It is about free pages, Free stuff, Free image hostings, best links, most found links for share.

Showing posts with label tidak. Show all posts
Showing posts with label tidak. Show all posts

Dan Aku Tidak Tertawa Lagi

Awalnya aku tertawa, saat kau mengatakan semua
tapi lama-lama aku diam
dan lama-lama aku termenung
dan aku tidak tertawa lagi

Caramu mengatakannya yang membuat aku tertawa
tapi tidak maknanya
semua adalah kenyataan
semua adalah kebenaran

Tiba-tiba
aku merasa diriku bagai orang buta yang kau bantu menyebrang jalan
sehingga aku aman sampai ke seberang
dan aku merasa bagai kau bangunkan aku dari pingsanku
sehingga kesadaranku pulih kembali

Awalnya aku menertawakanmu,
kemudian aku jadi malu terhadap diri sendiri
dan aku tidak tertawa lagi

rwmangun 11712


Halaman Orisinil disini

Suswono Dipecat Dapur PKS Tidak Ngebul Lagi

Saat ini bekerja sebagai kepala logistik urusan rempah-rempah pada kantor VOC Hindia Belanda Cabang Depok

Sudah bukan rahasia umum lagi ketika partai politik berkoalisi untuk meraih kemenangan dalam setiap hajatan pilpres maupun pemilukada. Tentunya melalui koalisi ini ada harapan yang bisa dicapai terutama pembagian makanan lezat yang membuat lidah kita begitu menikmatinya. Makanan lezat ini diolah oleh juru masak yang sengaja diambil dari internalnya agar dapat mengelola makanan tersebut di dapur strategis yang dipilih berdasarkan hubungan mitra koalisi yang telah dilakukannya.

Misalkan dapur strategis Kementerian Pertanian yang banyak mengelola bumbu-bumbu sedap untuk dihidangkan senikmat mungkin, ada sapi lada hitam dengan racikan bawang putih dan bawang merah yang sungguh nikmat untuk disantap, tak lupa ada juga buah-buahan segar sebagai makanan pencuci mulut.

Alhasil begitu banyak hidangan yang bisa dinikmati, konon makanan tersebut sudah mendapat garansi halal karena demi kepentingan umat, padahal kenikmatan tersebut justru didapat diatas penderitaan rakyat Indonesia yang sudah tidak mampu lagi membeli daging, belum lagi harga bawang putih dan bawang merah yang harganya gila-gilaan, juga para produsen tempe yang sudah tidak mampu lagi berproduksi, karena kedelai sebagai bahan baku harganya juga mahal dan lain-lain sebagainya.

Sungguh ironis, negeri agraris yang katanya tongkat kayu jadi tanaman namun semua komoditas pertanian dan peternakan menjadi barang langka yang mahal harganya, lalu apa artinya jargon bersih dan peduli yang menjadi maskot sang juru masak di dapur strategis Kementerian Pertanian, kalau faktanya jargon bersih dan peduli hanya diperuntukan bagi kepentingan mereka saja, artinya membersihkan semua yang ada dengan garansi halal untuk kepentingan umat namun hanya peduli pada kelompoknya saja.

Menteri Pertanian sang juru masak pilihan PKS ternyata tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik, beliau hanya mampu menghidangkan renyahnya kenikmatan daging berjanggut plus hidangan yang lain bagi kepentingan pemesannya saja tanpa mampu berbagi kenikmatan bersama untuk rakyat Indonesia yang menjerit meratapi nasibnya karena sudah tidak mampu lagi menikmati hidangan murah dan nikmat yang sebenarnya menjadi haknya.

Presiden SBY sebagai atasan langsung sang juru masak pilihan PKS ini harus mampu bertindak secara tegas, akibat cara pengelolaan masakan yang membabibuta, SBY hanya kecipratan minyak sayur atau air panas yang secara tidak langsung ikut juga merasakan panasnya masakan renyah daging berjanggut plus masakan-masakan yang lain.

Kecipratan minyak sayur memang menyakitkan serta dapat menimbulkan bercak-bercak hitam dan bila didiamkan tentu akan menjadi pengganggu bagi indahnya Indonesia yang agraris. Mampukah SBY bertindak tegas dengan memecat juru masak pilihan PKS tersebut dan bila pemecatan ini benar-benar dilakukan oleh SBY maka yang akan terjadi adalah dapur strategis pilihan PKS tersebut tidak akan ngebul lagi untuk menghidangkan makanan lezat ala juru masak Menteri Pertanian Suswono yang juga merangkap sebagai kader terbaik PKS.

strong>Berita Lainnya :

strong>* Mantan Presiden PKS Diduga Terlibat PKI

strong>* Menteri Pertanian Mengusir Anak Tirinya

strong>* Kata Suswono, Sapi Kami Sejahtera Sekali

strong>* Target PKS Bukan Presiden Tapi Pos Strategis

strong>* Oknum Kader PKS Sudah Seperti Klinik Tong Fang

strong>* Potret Buruk Penguasa dari PKS


Halaman Orisinil disini

Perusahaan Ancam Hengkang, Jokowi Tidak Takut

Pria dengan wajah biasa2 saja dan pekerjaan biasa2 jg tapi punya pemikiran yg luar biasa. What do you Think???

Siapa yang tidak kenal nama Joko Widodo atau yang lebih akrab dipanggil Jokowi, Gubernur DKI Jakarta. Pada Akhir Tahun 2012 yang lalu Jokowi mengumumkan Upah Minimum bagi tenaga kerja (Buruh) di Jakarta dengan upah yang melambung tinggi dari upah sebelum nya, yaitu sebesar Rp. 2.2 juta.

Namun UM ini tak semua nya mendapat persetujuan dari para pengusaha dan dengan alasan tidak mampu perusahaan-perusahaan ini meminta Jokowi merubah lagi UM tersebut. Tapi itulah Jokowi, beliau tetap dengan pendirian nya dan tidak sedikitpun terpengaruh dengan lobi-lobi dari pengusaha-pengusaha tersebut.

3 Bulan telah berjalan di tahun 2013, namun ternyata perusahaan-perusahaan tersebut masih keberatan dengan keputusan sang Gubernur, mereka memutar akal dan pikiran sehingga dengan pongah dan angkuh mereka mengancam akan pindah dari Jakarta dengan harapan Jokowi akan mempertimbangkan keputusan mereka, Tapi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena Jokowi bukanlah tipe orang yang gampang terpengaruh dan takut kehilangan lahan, beliau memang tidak mencari harta lewat jalan pintas, atau yang biasa dilakukan pejabat-pejabat bejat lainnya (pada tau lah maksudnya). mendekati perusahaan semata-mata hanya untuk mensejahterakan rakyat. itu lah Jokowi, beliau tidak takut dengan ancaman pengusaha-pengusaha itu.

Jokowi tetap optimistis Ibu Kota masih menjadi incaran para pengusaha. Dia tak yakin hengkangnya para pengusaha itu akan meningkatkan jumlah pengangguran di Jakarta.

Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama mempersilakan pengusaha hengkang dari ibu kota jika mereka tidak mampu menggaji buruhnya minimal sesuai UMP. Pria yang akrab dipanggil Ahok itu lebih memilih mempersilakan pengusaha hengkang daripada membiarkan warga Jakarta 'diperbudak'.


Halaman Orisinil disini

pemerintah Indonesia tidak akan membayar uang darah untuk menyelamatkan pembantu

Pemerintah Indonesia mengatakan tidak akan mempertimbangkan membayar SR 10 juta uang darah untuk menyelamatkan pembantu rumah tangga asal indonesia  Satinah binti Jumadi Ahmed.

Pelayan telah terpidana mati di Buraidah sejak keyakinannya pada bulan September 2011. Dia dinyatakan bersalah membunuh majikan perempuannya, yang tua Nura Al-Garib. Ahmed tiba di Kerajaan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Buraidah pada tahun 2006.

Pemerintah Indonesia sedang mencari cara lain untuk membantu satinah  setelah keluarga Saudi dibunuh meminta perintah pengadilan untuk membayar uang darah, dan membatalkan hukuman matinya, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Direktur kementerian untuk bantuan hukum dan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, Tatang Budie Utama Razak, mengatakan mereka memperoleh penundaan eksekusi dan akan mendekati keluarga korban untuk meminta mereka untuk mengampuni pembantu.

"Kami butuh kepastian," kata Tatang. "Jika SR 10 juta uang darah telah dibayar, mereka mungkin akan meminta lain SR 30 atau 50 juta."

Dia menambahkan: "Pertama kami membayar SR 55.000 untuk Banayah binti Banhawi Sawawi, pekerja lain di Indonesia. Kemudian kita dibayar SR 2 juta untuk Darsem binti Dawud Tawa, juga pembantu rumah tangga. Jumlah terus meningkat. Kami tidak ingin hal ini menjadi hanya soal transaksi keuangan. "

Rayyanul Sangadji, seorang diplomat Indonesia di Riyadh, mengatakan kepada Arab News bahwa "pejabat Indonesia masih terlibat dalam negosiasi dengan keluarga korban. Tidak ada hasil akhir belum keluar. "

Anis Hidayah, Direktur Eksekutif Indonesia Perawatan kelompok hak Migran, kata satinah ditangkap tiga bulan setelah tiba untuk bekerja di Arab Saudi. Tiga tahun kemudian dia menelepon keluarganya untuk memberitahu mereka bahwa dia telah dijatuhi hukuman mati karena dia membunuh pembantunya ketika bertengkar.

Menurut laporan, satinah sedang memasak di dapur dan majikannya berteriak dengan marah. Majikannya menjambak rambutnya dan mencoba untuk menggedor kepalanya ke dinding. Pelayan itu membela diri dengan spontan memukul majikannya dengan adonan roti dan menghantam tengkuknya dan dia jatuh.


Halaman Orisinil disini

Copyright © About Much Link Found in This Blogspot. All rights reserved. Template by CB